Prisma

Refleksi Kritis Manusia Indonesia

Pendekatan kritis digunakan untuk membedah manusia Indonesia dengan segala keanekaragamannya. Tulisan ini juga menelaah keindonesiaan itu sendiri, persoalan demarkasi wilayah dan dampaknya pada manusia Indonesia yang berpindah-pindah, kasus golongan “keturunan asing”, penduduk Timor Timur, dan TKI. Keindonesiaan merupakan tujuan, dan bukan status yang diaskripsikan. Kasus bahasa Indonesia, musik dangdut dan identitas gay, lesbi dan waria yang tanpa direncanakan terbentuk sendiri dengan memadukan unsur-unsur lokal, nasional, dan global. Tarikan dari berbagai kekuatan global pada hakikatnya mengingkari proses yang selalu terjadi di masyarakat Kepulauan Indonesia.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan