test

Nadia Gissma Kusumawardhani

Nadia Gissma Kusumawardhani adalah seorang peneliti lepas yang baru saja menjajakan kualitas risetnya di bidang agraria dan politik lingkungan. Dilahirkan di Jakarta, 1997, Gissma, demikian dia disapa oleh koleganya, merupakan lulusan Sarjana Teknik di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung. Dalam skripsi S-1, Gissma mengulas tentang bagaimana Rencana Tata Ruang Wilayah sebagai sumber legalitas penataan ruang tidak mengakomodasi persepsi nilai-nilai masyarakat adat (terhadap ruang) di wilayah Banten dan Bandung Barat. Gissma juga menyingkap perjuangan akar rumput masyarakat adat dalam melawan praktik manipulasi agenda hijau proyek Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang merampas lahan ulayat mereka. Beranjak dari temuan tersebut, Gissma menjadi partisipan pelatihan Studi Agraria Kritis serta Penelitian Sosial di Agrarian Resource Center, Arcamanik, Bandung. Pada 2021-2022, pendalaman mengenai isu-isu agraria mengantarnya untuk melanjutkan studi Magister di Intenational Institute of Social Studies di Den Haag, Negeri Belanda. Diselia oleh Jun Borras, pakar di bidang politik lahan dan gerakan sosial masyarakat perdesaaan, Gissma melakukan penelitian terkait proses eksklusi lahan di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan menguji bentuk eksklusi baru yang akan terjadi. Saat ini, bersama penyelianya, tengah merampungkan tulisan terkait tesisnya untuk dipublikasikan di jurnal internasional. Gissma merupakan penulis di Kolektif Agora dan sangat berminat dalam isu politik informalitas, fenomena kampung kota, pendekatan dekolonial dalam ilmu perencanaan ruang, dan perspektif anarkisme dalam studi urban.