test

Untung Widyanto

Untung Widyanto Bekerja sebagai wartawan sejak 1992 di majalah Editor. Setelah majalah ini diberedel, pindah ke majalah Tiras, kemudian Tajuk. Pada 2001 menjadi wartawan Tempo hingga purna bakti pada 2019. Sejak 2006, lulusan program S-1 dan S-2 Sosiologi FISIP Universitas Indonesia ini berfokus pada liputan isu lingkungan hidup. Selain meliput Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (COP) di Bali (2007), Kopenhagen (2009), dan Paris (2015), juga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Climate Reality Al Gore di Melbourne dan Nashville, serta lembaga internasional lainnya. Sejumlah karya tulisnya keluar sebagai pemenang lomba dan memperoleh penghargaan, antara lain, dari ADB Institute, Kementerian Lingkungan Hidup, WWF, dan sebagainya. Menulis beberapa buku di antaranya Menjaga Hutan, Merawat Iklim: Praktik Terbaik Perhutanan Sosial dalam Menjaga Iklim Bumi (2020); Sejarah 40 Tahun Penghargaan Kalpataru; Desa-desa Peduli Gambut; Praktik Cerdas Mengatasi Krisis Iklim;  Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015;  Jurnalis dan Perubahan Iklim di Indonesia kumpulan liputan wartawan (SIEJ, 2011); dan Kelompok Kekerasan dan Bos Lokal di Era Reformasi (CSAS Universitas Kyoto dan IRE Press, 2006). Sejak 2010 sampai 2016 dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ). Selain sebagai wartawan lepas, penulis, peneliti dan trainer, menjadi relawan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (pengurus bidang komunikasi dan informasi).